Menu

Tampilkan postingan dengan label mengejutkan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mengejutkan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 September 2010

10 Fakta Tentang Rokok

Untuk dapat berhenti merokok harus dimulai dengan merubah sikap dan pola pikir mengenai rokok. Rokok bersifat adiktif atau candu. Dan adiksi selalu berkaitan dengan penyangkalan. Kita seringkali menggunakan penyangkalan saat harus dihadapkan pada pilihan untuk berhenti merokok. Ada saja alasan untuk tetap merokok. Mungkin setelah mengetahui fakta-fakta ini anda bisa mulai berhenti dari sekarang.

Saya berhak melakukan apapun yang saya kehendaki, karena ini tubuh saya sendiri.

Fakta #1: Fakta menunjukkan bahwa kebiasaan merokok turut menyumbang polusi udara, pemanasa global, keracunan, asma dan sindrom kematian bayi tiba-tiba. Anda tidak hidup sendiri di planet ini dan hobi anda tersebut bukan saja membahayakan anda namun juga orang disekitar anda.

Jika saya membuka jendela mobil lebar-lebar saat sedang merokok, maka saya melindungi anak saya dari bahaya asap rokok.

Fakta #2: Pengaruhnya kurang signifikan. Setiap anda merokok di dalam mobil maka mereka juga ikut "merokok" bersama anda.

Merokok adalah kebiasaan buruk.

Fakta #3: Merokok adalah kecanduan tembakau, bukan kebiasaan buruk.

Semua orang merokok.

Fakta #4:Tidak semua orang merokok. Bahkan di negara-negara maju dengan tingkat pendidikan tinggi jumlah perokoknya cukup rendah. Jika merokok, maka anda akan menjadi minoritas.

Merokok itu keren.

Fakta #5: Ketika merokok anda bukannya terlihat keren, melainkan bodoh. Bayangkan saja, anda memilih untuk melakukan aktivitas yang mengeluarkan biaya dan membahayakan kesehatan. Maka intelegensia anda patut dipertanyakan.

Ini hanya tembakau, bukan heroin atau zat berbahaya lain

Fakta #6 : Nikotine lebih berbahaya daripada kokain, heroin atau alkohol jika dilihat dari kadar ketergantungannya. Apalagi rokok merupakan produk lokal yang mudah didapat dimana saja kapan saja. Kecanduan tembakau lebih banyak pengaruh negatifnya ketimbang heroin.

Rokok adalah produk legal, jadi sah-sah saja merokok.

Fakta #7: Lihat fakta #6

Saya hanya merokok sesekali ketika berkumpul dengan teman-teman

Fakta #8: Sesekali merokok juga bisa membuat anda kecanduan tembakau. Jika anda menyayangi teman-teman anda, maka janganlah membahayakan nyawa mereka.

Saya masih muda dan akan stop merokok saat tua nanti

Fakta # 9: Semakin lama anda bertahan dengan rokok, semakin sulit pula anda terlepas dari jeratannya.

Tak ada gunanya. Saya sudah sering berusaha berhenti merokok, namun selalu gagal.

Fakta # 10: Tidak semua orang bisa sukses berhenti merokok di percobaan pertama. Fakta menunjukkan bahwa sebagian besar mantan perokok sebelumnya telah mencoba beberapa kali usaha berhenti merokok hingga akhirnya mereka berhasil. Coba terus!

Ingat.. rokok bisa membunuh anda.

sumber : http://www.sendokgarpu.com/tips/10-fakta-tentang-merokok/283/

Rabu, 25 Agustus 2010

Menurut DNA, Adolf Hitler Keturunan Yahudi


Menurut hasil tes deoxyribonucleic acid (DNA), Adolf Hitler masih keturunan orang Yahudi dan Afrika, dua ras yang ia benci sekaligus ingin ia musnahkan. Fakta itu ditemukan setelah serangkaian tes DNA keluarga Hitler yang masih ada.


Wartawan Jean-Paul Mulders dan sejarawan Marc Vermeeren menggunakan DNA itu untuk melacak 39 kerabat Hitler. Mereka memulai melakukan tes sejak awal tahun lalu. Kerabat yang berhasil ditemukan adalah seorang petani Austria bernama Norbert H, sepupu Hitler.

Majalah berita Knack di Belgia melaporkan, sampel air liur kerabat Hitler itu menunjukan bahwa pendahulunya berasal dari ras yang sangat ia benci. Sampel DNA kerabat Hitler itu berupa kromosom yang disebut Haplopgroup E1b1b (Y-DNA), DNA yang sangat jarang ditemukan di Jerman dan Eropa Barat.

"DNA ini biasanya ditemukan paling sering di Berber, Maroko, Aljazair, Libya, dan Tunisia. Seperti DNA milik orang Yahudi, Ashkenazi, dan Sephardic," ucap Vermeeren. "Dan, ini membuktikan Hitler berkaitan erat dengan orang-orang yang ia benci."

Haplogroup E1b1b1, sekitar 18-20 persen dari Ashkenazi dan 8,6 persen sampai 30 persen dari kromosom Sephardic-Y, menunjukkan, garis keturunan utama penduduk Yahudi.

"Ini hasil yang sangat mengejutkan," kata Rony Decorte, spesialis genetik.

Decorte setuju bahwa Hitler kemungkinan memiliki garis keturunan dari Afrika Utara. "Informasi ini sulit untuk dibayangkan bagaimana reaksi dari para pembenci atau pendukung Hitler," ujarnya.

Majalan itu juga menyebutkan, pengujian DNA itu dilakukan secara ketat untuk mendapatkan hasil yang cukup akurat. Hasil itu bukan kali pertama diperlihatlan para sejarahwan bahwa Hitler keturunan Yahudi.

Ayah Hitler, Alois, dipercaya merupakan keturunan sah dari seorang gadis bernama Maria Schickelgruber dan sorang pria Yahudi yang bernama Frankenberger.

sumber : liputan6.com