Menu

Tampilkan postingan dengan label budaya sex. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label budaya sex. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 September 2010

5 Fakta Tentang Masturbasi

[fakta_masturbasi.jpg]
Untuk urusan masturbasi, tentunya Anda tak membutuhkan pendapat pakar mengenai nikmatnya praktik yang satu ini. Jika masih dalam batas kewajaran, masturbasi bisa bermanfaat sebagai obat insomnia dan stres yang ampuh dan natural.
Tapi, benarkah masturbasi sepenuhnya aman dan normal? Apakah masturbasi bisa memicu disfungsi seksual?

Anda berhak tahu mengenai fakta masturbasi yang banyak dibicarakan ahli. Berikut paparannya yang diungkapkan melalui situs askmen.com

1. Tak Ada Istilah ‘Abnormal’
Sebagian pria beranggapan bahwa masturbasi adalah satu hal yang abnormal. Namun para ahli masih kesulitan menentukan batasan normal dan abnormal jika dikaitkan dengan proses masturbasi, variasi, teknik dan frekuensi.

Martha Cornog penulis The Big Book of Masturbation menyatakan bahwa setiap pria memiliki cara tersendiri untuk bermasturbasi, entah menggunakan tangan, atau dengan seks sekalipun.

2. Tidak Sepenuhnya Aman
Meski masturbasi minim risiko penularan penyakit seksual jika dibandingkan dengan aktivitas seksual bersama pasangan, tapi masturbasi tidak sepenuhnya aman. Ada beberapa risiko yang mungkin disebabkan masturbasi:

  • Aktivitas masturbasi dengan frekuensi tinggi bisa menyebabkan iritasi kulit pada Mr Dick.
  • Masturbasi yang dilakukan dengan tergesa-gesa dan tidak berhati-hati bisa menyebabkan penile fracture (terjadi jika ereksi Mr Dick terbentur dengan benda keras)
  • Gesekan dengan benda-benda keras berisiko menyebabkan trauma pada uretra.

3. Memperbaiki Kehidupan Seksual atau Justru Menghancurkannya?
Untuk alasan tertentu masturbasi membawa dampak positif bagi kehidupan seksual bersama pasangan. Dengan bermasturbasi seorang pria dapat mempelajari dan mengeksplorasi G-Spot dan berlatih mengontrol kemampuan ejakulasi.

Bahkan masturbasi bisa menjadi solusi sementara, ketika hubungan seksual bersama pasangan tidak mungkin dilakukan karena sakit, proses kelahiran atau bahkan ketika pasangan sedang tidak menginginkan hubungan seksual.

Tetapi dampak negatif yang mungkin ditimbulkan adalah hilangnya ketertarikan untuk melakukan hubungan seksual bersama pasangan. Meskipun demikian, Anda tak perlu khawatir, para ahli menegaskan jika hubungan Anda bersama pasangan baik-baik saja maka masturbasi tidak akan mengganggu kehidupan seksual Anda.

4. Masturbasi dengan Cara Tertentu Memicu Disfungsi Seksual
Para ahli memberi peringatan bagi pria yang terbiasa melakukan masturbasi dengan frekuensi gesekan yang sangat cepat, dan tidak mungkin jika dilakukan bersama pasangan, karena hal itu dapat memicu permasalahan ejakulasi.
Pria dengan pola masturbasi seperti itu dapat mengalami kesulitan ejakulasi jika melakukan aktivitas bersama pasangan, karenanya cobalah untuk melakukan masturbasi sewajarnya.
Capailah orgasme dan ejakulasi dengan cara-cara yang memungkinkan bisa dilakukan dengan hubungan seksual bersama pasangan (stimulasi organ seksual, oral, maupun tangan pasangan).

5. Tidak Terbukti Meningkatkan Risiko Kanker Prostat.
Hubungan antara masturbasi dan kanker prostat memang belum jelas. Sebuah studi di Australia pada 2003 (BJU International) mengemukakan bahwa ejakulasi pada usia muda akan mengurangi risiko kanker prostat. Namun hasil studi yang dipublikasikan The Journal Of The American Medical Association pada 2004 menyatakan bahwa frekuensi ejakulasi (termasuk hubungan seksual maupun masturbasi) tidak ada hubungannya dengan risiko kanker prostat.

Tapi berdasarkan hasil studi yang dipublikasikan BJU International pada Januari 2009 menyatakan bahwa frekuensi masturbasi pada pria muda (20–30 tahun) dapat meningkatkan risiko kanker prostat, namun sebaliknya bagi pria berumur 50 tahun ke atas.

Sementara hubungan seksual bersama pasangan, tidak akan menimbulkan efek pada risiko kanker. Teorinya bahwa pada pria berusia 50 tahun ke atas, masturbasi bermanfaat untuk membantu mengeluarkan cairan prostat yang kemungkinan besar mengandung sel kanker.

sumber: http://jekethek.blogspot.com

Rahasia Orgasme Wanita

Tahukah anda bahwa kepuasan seksual perempuan ditandai dengan multiorgasme (orgasme berulang). Namun, perlu cara tepat membuat kaum hawa ini terangsang.

Bahkan untuk menemukan kepuasan itu, butuh waktu ekstra dan saling eksplorasi untuk menambah pengetahuan seks. Anda dan pasangan juga dituntut saling melancarkan serangan dan berinovasi dalam ajang percintaan.

Bagi anda yang ingin mengetahui seputar orgasme dan cara membuat perempuan anda terpuaskan, Askmen memaparkan sederet rahasia. Anda bisa simak beberapa rahasia berikut.

Parfum di sekujur tubuh
Perlu anda ketahui bahwa indra penciuman kaum hawa lebih tajam dibandingkan lelaki. Karenanya anda harus pintar memanfaatkannya. Agar bisa mencuri perhatian pasangan anda, 'mainkan' indra penciuman si dia. Salah satu yang bisa anda lakukan adalah memercikkan parfum di sekujur tubuh.

Konon, aksi bercinta dan daya ingat perempuan saling terkait satu sama lain. Karenanya, melalui aroma parfum yang menggoda membuat permainan dahsyat bukan hanya sebatas angan. Tak hanya itu saja, aroma parfum juga bisa meningkatkan libido si dia.

Hangatkan kedua kakinya
Trik lain yang perlu dilakukan adalah dengan menghangatkan kedua kaki pasangan dengan pijatan sensual. Jika anda ingin menonjolkan kesan seksi, mulailah lakukan foot massage dengan sentuhan gel hangat atau refleksiologi.

Arahkan jari tangan anda dengan gerakan lembut dan cepat. Sesekali sentuh area sensitifnya dengan jemari yang nakal. Dijamin hal ini bisa membuat pasangan semakin bergairah.

Sentuhan dan ciuman yang tepat
Dalam kamus percintaan, sentuhan dan ciuman di sisi kanan berpengaruh besar daripada sisi kiri. Pasalnya, sisi kiri mengatur pikiran. Sementara sisi kanan mengontrol secara emosional dan logika.

Saat anda menyentuh bagian tersebut, maka dalam sekejap dia akan terjatuh dalam pelukan tanpa meminta anda untuk menunda aksi selanjutnya. So, anda tinggal menentukan kenikmatan yang seperti apa yang diinginkan berdua kan?


sumber : http://metroaktual.com/jantanTangguh.php?id=1049

Sabtu, 21 Agustus 2010

Statistik Seputar Sex di Berbagai Negara



Berbicara soal prestasi tentang kemampuan olahraga, sains, angkatan perang dan lain-lain dari suatu negara mungkin sudah sering didengar dan dibandingkan, namun mungkin jarang sekali didengar tentang prestasi dari berbagai negara mengenai prestasi pria dan wanita-nya dalam bidang sex. Sex memang tiada ada habisnya.

Artikel ini memberi gambaran tentang pria dan wanita negara mana yang paling berprestasi dalam berganti-ganti pasangan ato wanita negara mana yang sangat memperhatikan ukuran "si buyung" yang menjadi tolak ukur kepuasan sex-nya ato wanita negara mana yang paling aktif dalam soal sex ato suka berhubungan dalam keadaan gelap ato ada juga wanita dari negara mana yang paling senang menggunakan sex toys dan lain-lain.

Austria
Pria Austria tercatat paling suka berganti-ganti pasangan. Rata-rata mencapai 29,3 pasangan seksual atau dua kali lipat dari angka rata-rata dunia yang hanya 13,2 pasangan. (Durex Sexual Wellbeing Global Survey,2007)

New Zealand
Rekor wanita yang tercatat paling sering berganti pasangan dipegang oleh wanita New Zealand, yakni 20,4 pasangan seksual. Jauh lebih tinggi dari angka rata-rata dunia yang hanya 7,3 pasangan seksual.
(Durex Sexual Wellbeing Global Survey,2007)

India
Sebanyak 99% suami di India merasa dicurigai istrinya. Ini klop dengan 69% istri di India yang mencurigai suaminya berselingkuh
(The Great India Sex Survey, 2008)

Korea Selatan
Hanya 9% pria Korea Selatan mengakui peningkatan kepuasan seksual setelah disunat dan 20% lainnya mengakui prestasi seks justru melorot.
(Survey D.Kim dan M.G Pang dari Gyungki-Do, Korea, 2007)

Cerita lain, tercatat 35% mahasiswa dari 249 mahasiswa Korea Selatan mengatakan bersedia bercinta dengan orang yang dicintainya. Namun 13% dari mereka mengaku hanya akan berhubungan seksual dengan wanita yang akan dinikahi. (Survey Biro Jodoh Bien-Aller, 2006)

Israel
Wanita Israel sangat aktif dalam seksual, namun mereka lebih suka bercinta dalam keadaan gelap. Sebanyak 80% wanita percaya ukuran si buyung mempengaruhi prestasi seksual. Hanya 57% wanita mengaku pernah mengalami orgasme. Sekitar 23% diantaranya mengaku menggunakan vibrator sebagai alat bantu. (Hasil survey Dr.Maryanet Shenhar)

Jepang
Sebanyak 34% pasangan di Jepang ( termasuk SAYA ) mengaku sudah tidak bercinta selama sebulan lebih. Persentase ini meningkat 2% dari 32% yang tercatat pada survey tahun 2004. (Survey The Japan Family Planning Association, 2008)


China
Sejumlah 96% generasi baru muda di RRC mengaku berhubungan seks dengan pasangan tetapnya (bukan one night stand), dan 20% diantaranya mengaku berhubungan seks dibawah umur 20 tahun
(Survey oleh Chinese Academy of Social Sciences, 2008)

Taiwan
Sebanyak 47% wanita Taiwan gemar menggunakan vibrator. Wanita AS dan Inggris menyusul dibelakangnya dengan 43%.

sumber : http://hotkaskus.blogspot.com/2010/07/statistik-seputar-sex-berbagai-negara.html